Keuntungan Pulang Pergi Kerja Naik Transportasi Umum

2 years ago / 2948 Views

Hingga tahun 2017, populasi dan kualitas transportasi umum semakin gencar ditingkatkan dengan tujuan agar masyarakat mau mulai pergi menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi mereka. Segala macam strategi seperti 3 in 1, car free day, hingga plat nomor ganjil genap mulai diterapkan di Jakarta karena bukan lain tingkat kemacetannya yang hampir tak tertolong.

Apakah Anda pengendara pribadi atau pengguna transportasi umum? Ya, tentu memang yang penting kita sampai tujuan dengan selamat. Tetapi, tahukah Anda dengan menggunakan transportasi umum, Anda telah menjadi pahlawan dengan mengurangi polusi di bumi serta mengurangi kemacetan dan menjadi pahlawan di kota Anda sendiri. Mudah sekali bukan untuk menjadi seorang pahlawan?

Namun, masih banyak orang yang merasa mengendarai kendaraan pribadi mereka terasa lebih nyaman dan tidak melelahkan dibanding dengan transportasi umum. Well… Apakah Anda setuju dengan itu?

Yuk, kita buktikan, apa saja sih keuntungan dari pulang pergi kerja menggunakan transportasi umum?

Tidak perlu ikut berperang melawan macet

(sumber: stocksy.com)

Pergi kerja? Macet. Pulang kerja? Macet lagi. Ibu kota Jakarta memang tidak pernah tidak macet sehari saja apalagi ketika weekdays, jam masuk dan pulang kerja. Bagi pengendara motor atau mobil pribadi pasti rasanya ingin terbang saja karena kaki, tangan dan punggung yang terasa pegal ketika macet. Mereka harus sabar melawan kemacetan dan tetap waspada pada sekitar. Sedangkan, bagi para pengguna transportasi umum, hanya tinggal duduk santai, bahkan enaknya bisa tidur selama menunggu macet jika Anda beruntung mendapatkan tempat duduk. Oleh karena itu, Anda juga hanya perlu mengetahui titik-titik di mana dan jam berapa transportasi itu masih belum terlalu ramai.

Bisa melakukan hal lain selama perjalanan

(sumber: stocksy.com)

Selama menunggu macet pasti rasa ngantuk, bosan, kesal jadi satu, apalagi ketika Anda harus berdiri, pasti pegal juga ikut bersatu. Nah, agar perjalanan Anda bisa lebih produktif dan menyenangkan, Anda bisa melakukan aktivitas lain yang belum selesai hingga melakukan aktivitas yang Anda gemari, misalnya sambil menonton drama, membuat draft email atau to do list, atau mungkin berpikir tentang ide / bahan rapat nanti, baca: 5 Hal yang Memotivasi Selama Perjalanan ke Kantor.

Tidak perlu pusing mencari parkir

(sumber: stocksy.com)

Sudah datang ke kantor kesiangan karena macet, masih harus cari parkir, pula, apalagi jika parkirannya sudah penuh, mau parkir di mana, nih? Wah, ini sih the real struggle! Jika Anda menggunakan transportasi umum tidak perlu repot dan bingung, hanya tinggal turun, kemudian lari! Simple dan jauh lebih cepat, bukan?

Bersosialisasi dengan orang lain

(sumber: stocksy.com)

Menambah wawasan dan kenalan bisa terjadi di mana saja, termasuk di transportasi umum. Apakah Anda pernah mendengar cerita orang yang bertemu dengan calon bosnya, rekan kerjanya, sahabat lamanya, keluarganya, bahkan calon kekasihnya di transportasi umum? Ya, itu tidak mustahil dan mungkin saja terjadi, termasuk terjadi pada Anda. Jangan takut atau pun malu untuk bersosialisasi dengan orang lain di transportasi umum, karena terkadang itu memberikan pengalaman, ide, serta inspirasi tersendiri untuk hidup kita.

Lebih hemat

(sumber: pexels.com)

Bayangkan Anda harus bekerja setiap hari dengan jarak tempuh yang jauh ditambah dengan kemacetan parah yang tidak pernah berkurang setiap harinya, dan hitung berapa banyak bensin yang harus Anda isi setiap hari / minggunya. Kini pilihan transportasi umum semakin banyak dan terus meningkat karena pemerintah ingin menekankan penggunaan transportasi umum pada masyarakat untuk mengurangi kemacetan. Caranya? Dengan memberikan harga transportasi umum yang terjangkau, sehingga siapa pun bisa bepergian kemana saja dengan harga yang bersahabat. Dan pilihannya sudah cukup beragam, seperti bus, bus transjakarta, kereta, bahkan ojek online. Coba estimasi bensin Anda dengan biaya transportasi umum. Pasti sangat ketara bedanya, bukan?

Latest News