Hari Inovasi Indonesia: Tips Berani Berinovasi

2 years ago / 4916 Views

“Apakah inovasi hanya bisa dilakukan oleh orang-orang jenius saja?” Jika berbicara tentang topik inovasi, tentu sering sekali duhubungkan dengan segelintir nama, seperti Thomas Alva Edison, Steve Jobs, Bill Gates, atau Mark Zuckerberg. Jika pendapat ini benar apa adanya, tentunya hanya sedikit orang atau organisasi yang bisa melakukan inovasi. Karena faktanyanya jumlah orang jenius hanya segelintir dalam ratusan bahkan jutaan orang yang ada di dunia ini.

Hasil studi menampilkan kesimpulan yang berbeda. Berkat studi terus menerus oleh para pakar manajemen dan bisnis, terkuak bahwa inovasi tidak harus selalu berupa temuan-temuan besar yang mengguncang dunia. Nyatanya banyak sekali ide-ide kecil namun kreatif, bahkan nampaknya hal sepele pun dapat berpengaruh besar terhadap kinerja perusahan.

Kita coba ambil satu contoh menarik, ditemukannya sedotan minuman yang bisa ditekuk, itu bisa dikategorikan sebagai inovasi. Sebelumnya, tidak ada orang yang mempermasalahkan sedotan yang lurus karena memang cuma itu yang ada. Sekarang, pelanggan rumah makan, resto atau kafe merasa kurang nyaman kalau sedotan minumannya tidak bisa ditekuk.

Produsen yang pertama kali menemukan sedotan yang bisa ditekuk ini telah berhasil mendapatkan keuntungan yang sangat besar, karena banyak sekali rumah makan, resto, atau kafe yang memesan produknya demi kenyamanan pelanggannya. Artinya inovasi berpengaruh langsung terhadap kinerja perusahaan penemunya.

Dampak lainnya, omset produsen sedotan lurus otomatis menurun karena banyak pelanggannya yang lari ke sedotan yang bisa ditekuk tersebut. Agar penjualan tidak semakin terpuruk, mau tidak mau, perusahaan lain ikut memproduksi sedotan yang bisa ditekuk.

Lalu, bagaimana kalau semua perusahaan sedotan akhirnya memproduksi sedotan yang bisa ditekuk? Maka tentunya pelaku di bisnis ini harus memikirkan inovasi baru lagi untuk memnangi persaingan. Mungkin pelaku bisnis bisa memikirkan masalah kualitas produksi, efisiensi kerja agar harga dapat bersaing. Dan proses inovasi dan perbaikan dilakukan terus menerus tanpa henti.

Keberhasilan Inovasi

Bagaimana kita bisa mengukur keberhasilan inovasi? Tentunya inovasi yang berhasil dapat berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Sehingga bukan sekedar inovatif atau kreatif saja, karena apa gunanya inovatif atau kreatif jika perusahaan rugi?

Indikator keberhasilan bisa bermacam-macam: inovasi bisa menghasilkan produk atau layanan yang lebih berkualitas, harga menjadi lebih bersaing karena inovasi dalam proses kerja, atau inovasi layanan menjadikan ikatan emosional semakin erat antara perusahaan dengan pelanggan. Dan muara dari hasil proses inovasi adalah kepuasan pelanggan. Pelanggan yang paling diuntungkan atas inovasi yang kita lakukan.

Mulai dari mana?

Pasti pertanyaan ini muncul di benak kita semua, mulai dari mana kah untuk menciptakan suatu inovasi? Berikut adalah proses melakukan inovasi.

1. Berpikir kreatif

(sumber: pexels.com)

Hukum wajib dari melakukan inovasi bisnis adalah kreatif! Ya, untuk bisa terus-menerus menciptakan ide baru kita harus merangsang otak untuk berkreasi semaksimal mungkin. Jangan dulu merasa nyaman dengan kondisi pencapaian Anda saat ini, karena kompetitor baru yang lebih inovatif sangat mungkin melengserkan kita. Carilah ide-ide baru sebanyak mungkin dengan cara analisa pasar. Kemudian analisa lagi ide-ide tersebut, kelihatannya memiliki potensi sukses lebih besar, intinya kreatif sampai mati!

2. Ambil ide dari hal sekitar

(sumber: pexels.com)

Ide baru bisa berasal dari mana saja. Cobalah lihat sekeliling kita, apakah ada hal unik yang bisa diambil dan diterapkan pada pekerjaan kita? Bisa jadi, ide tersebut justru berasal dari lingkungan sekitar kita seperti rumah, tetangga, atau lingkungan pergaulan tetapi kita tidak menyadarinya.

3. Jaring feedback dari konsumen

(sumber: pexels.com)

Kebanyakan ide-ide untuk membuat sesuatu baru justru datang karena keinginan dan kebutuhan pelanggan kita. Pelanggan memang yang paling mengetahui apa yang mereka butuhkan, oleh karena itu jangan abaikan ide dari mereka tersebut. Lalu siapakah pelanggan kita?

“You customer is your next process”

Semua orang yang ada di organisasi adalah pelanggan Anda. Maka sudah pasti proses setelah kita adalah “tentang bagaimana membuat proses tersebut menjadi lebih “lebih cepat”, “lebih baik”, dan “lebih inovatif”. Sebagai contoh, “next process” department buyer adalah store, pertanyaan yang muncul seberapa besar perubahan yang Anda telah lakukan agar pelayanan semakin cepat, koordinasi semakin baik, lain lagi dengan department import / traffic, yang memiliki next process “warehouse”, seberapa cepat barang yang diimport itu bisa dikirim ke gudang secara real time, bagaimana pengelolaan yang Anda telah lakukan sehingga ketersediaan antara alokasi tempat dan stock barang seimbang atau just in time.

4. Mengikuti perkembangan

(sumber: pexels.com)

Untuk bisa survive dalam bisnis, tentunya kita harus selalu mengikuti setiap perkembangan dunia bisnis, baik info pasar, konsumen, termasuk dalam hal inovasi. Bahkan jika perlu kita juga harus mengikuti perkembangan pesaing kita. Inovasi yang dilakukan oleh pesaing lain bisa jadi memberikan inspirasi kepada Anda untuk melakukan hal yang lebih.

5. Berani mengubah

(sumber: pexels.com)

Dan bagaimana inovasi bisa terwujud? Kita harus berani mengambil langkah bahkan harus mengubah pakem yang sudah ada. Bahlam dalam kondisi tertentu, kita bisa saja melawan arus populer, sebab mungkin saja kelak yang kita lakukan malah akan menjadi trendsetter.

Contoh kasus, misalnya saja dengan cara mengubah pakem produk atau layanan yang bisa kita lakukan. Umumnya kita cenderung takut merubah pakem yang sudah ada sejak lama, sehingga bisa saja kita tertinggal dari mereka yang berani membuat perubahan. Memang tidak semua langkah inovasi menuntut perubahan hingga hal mendasar, namun apabila hal tersebut diperlukan untuk kesuksesan yang lebih besar, kita harus berani melakukannya.

 

Reference:
Majalah SWA Edisi 06/2015: “Indonesia Best Innovation + Creativity in Business 2015” http://majalahgrowprofit.com/5-trik-melakukan-inovasi-bisnis/

Latest News